Alhamdulillah Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah Ta'ala dalam pekerjaan-Nya seperti mencipta, menguasai, mengatur, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, menurunkan hujan dan semisal itu. maka seorang hamba tidak sempurna tauhidnya sampai mengakui bahwa Allah Ta'ala itu Tuhan segala sesuatu, Pemilik, Pencipta, Pemberi rizki, bahwa

Pertanyaan Apa hakekat tauhid Rububiyah? Teks Jawaban rububiyah adalah mengesakan Allah Taโ€™ala dalam pekerjaan-Nya seperti mencipta, menguasai, mengatur, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, menurunkan hujan dan semisal itu. maka seorang hamba tidak sempurna tauhidnya sampai mengakui bahwa Allah Taโ€™ala itu Tuhan segala sesuatu, Pemilik, Pencipta, Pemberi rizki, bahwa Dia Yang Menghidupkan dan Mematikan, Pemberi Manfaar dan Mudharat, Satu-satunya yang mengabulkan doa. Milik-Nya semua masalah, ditangan-Nya semua kebaikan, Dia Yang Maha Mampu atas segala sesuatu. Termasuk dalam hal ini keimanan terhadap takdir, baik maupun buruk. Tauhid macam ini tidak diingkari orang-orang musyrik saat Rasul sallallahuโ€™alaihi wa sallam diutus pada mereka, bahkan mereka mengakuinya secara global. Sebagaimana Firman Allah ูˆู„ุฆู† ุณุฃู„ุชู‡ู… ู…ู† ุฎู„ู‚ ุงู„ุณู…ุงูˆุงุช ูˆุงู„ุฃุฑุถ ู„ูŠู‚ูˆู„ู† ุฎู„ู‚ู‡ู† ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุงู„ุนู„ูŠู… ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุฒุฎุฑู 9 โ€œDan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." QS. Az-Zukhruf 9 Mereka mengakui bahwa Allah adalah yang mengatur semua urusan. Ditangan-Nya semua kekuasaan langit dan bumi. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pengakuan terhadap Rububiyah Allah Taโ€™ala tidak cukup bagi seorang hamba untuk menunjukkan keislamannya, bahkan dia harus mewujudkan sesuatu yang harus menyertainya sekaligus kandungannya, yaitu Tauhid Uluhiyah; Mengesakan Allah Taโ€™ala dalam beribadah. Tauhid ini โ€“yakni tauhid rububiyah- tidak ada yang mengingkari mereka yang tahu dari kalangan bani Adam. Tidak ada seorang pun dari makhluk mengatakan, Bahwa alam ini ada dua pencipta yang sama. Tidak seorang pun yang mengingkari tauhid rububiyah. Kecuali yang terjadi pada Firโ€™aun, maka dia mengingkari karena kesombongan dan pembangkangan. Bahkan dia semoga Allah melaknatnya mengaku sebagai Tuhan. Allah berfirman menceritakan tentang dia. "Seraya berkata "Akulah tuhanmu yang paling tinggi." QS. An-Naziโ€™at 24 "Aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku." QS. Al-Qashash 38 Ini adalah bentuk kesombongan darinya, karena dia tahu bahwa Tuhan adalah selain dia. Sebagaimana Firman Allah Taโ€™ala ูˆุฌุญุฏูˆุง ุจู‡ุง ูˆุงุณุชูŠู‚ู†ุชู‡ุง ุฃู†ูุณู‡ู… ุธู„ู…ุงู‹ ูˆุนู„ูˆุงู‹ ุณูˆุฑุฉ ุงู„ู†ู…ู„ 14 โ€œDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan mereka padahal hati mereka meyakini kebenarannya.โ€ QS. An-Naml 14 Allah berfirman bercerita tentang Nabi Musa ketiak berdialog dengannya, "Musa menjawab "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi.โ€ QS. Al-Isra 102 Padahal diri sendiri mengakui bahwa Tuhan adalah Allah Azza Wa jalla. Sebagaimana pengingkaran tauhid rububiyah dengan cara menyekutukan dilakukan kaum Majusi. Mereka mengatakan, Sesungguhnya alam ada dua pencipta yaitu kegelapan dan cahaya. Meskipun begitu tidak menjadikan dua pencipta ini sama. Mereka mengatakan, Bahwa cahaya itu lebih baik dari kegelapan. Karena ia menciptakan kebaikan, dan kegelapan menciptakan kejelekan. Yang menciptakan kebaikan itu lebih baik dibandingkan yang menciptakan keburukan. Begitu juga kegelapan itu tidak ada dan tidak menyinari, sementara cahaya itu ada dan menyinari. Maka ia lebih sempurna pada zatnya. Pengakuan orang-orang musyrik dengan tauhid rububiyah tidak berarti bahwa mereka telah mewujudkan keimanan yang sempurna. Mereka memang mengakui secara global sebagaimana yang diceritakan tentang mereka dalam banyak ayat tadi. Akan tetapi mereka terjerumus dalam keyakinan dan perbuatan yang membatalkannya. Di antara hal itu adalah menyandarkan hujan ke bintang-bintang. Serta keyakinan mereka kepada dukun dan tukang sihir yang mengaku mengetahui perkara ghaib atau perkara kesyirikan dan rububiyah lainnya. Keyakinan rububiah mereka tinggal sedikit dan sangat terbatas jika dibandingkan kesyirikan mereka dalam uluhiyah dan ibadah. Kami memohon kepada Allah agar menguatkan kita dalam agaman-Nya sampai bertemu dengan-Nya. Wallahuโ€™alam Silahkan lihat kitab Taisir Al-Azizi Al-Hamid, dan Al-Qaul Al-Mufid, 1/14.
PembagianTauhid versi Wahhaby adalah Sesat. 1. Pusat Fatwa Mesir : Kesesatan Aqidah Rububiyah - Uluhiyah Wahhaby. Berikut adalah sebahagian daripada terjemahan kami bagi Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Pusat Fatwa Mesir berkaitan kesesatan Pembahagian Tauhid ala Taymiyyah dan Wahhabiyyah.
CATATAN KAJIAN WA INTERAKTIF TERBAIK 22 Rajab 1439 H/ 08 April 2018 M Tema Seri Belajar Tauhid Kaidah 1 Tauhid Rububiyah Disusun oleh Ummu Abdirrahman No. Grup AWWI 3 ๐Ÿ”น SESI PERTAMA ๐Ÿ”น Ustadz Abu Salma memberi pertanyaan, kemudian salah satu peserta menjawab setelah dipersilakan oleh Admin 1โƒฃ. Apa saja 4 kewajiban seorang muslim sehingga ia bisa selamat di dunia dan akhirat? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Fian โœ… Kewajiban berilmu, beramal, berdakwah, dan bersabar. 2โƒฃ. Kenapa manusia harus belajar dan menuntut ilmu? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Ruqayyah โœ… Karena manusia pada asalnya adalah bodoh jahil. Sehingga kita wajib menuntut ilmu agar tidak tersesat, dan menuntut ilmu adalah salah satu jalan menuju surga begitupula kunci sukses kebahagiaan dunia dan akhirat. 3โƒฃ. Kenapa manusia harus mengamalkan ilmunya? โœ‰ Dijawab oleh Viny Devita โœ… Karena ilmu tanpa amal akan sia-sia. Ilmu dan amal adalah satu kesatuan. Jika ilmu tanpa amal maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat, begitu juga amal tanpa ilmu maka akan sesat. Seperti halnya ibadah yang tanpa ilmu/dalil maka akan tertolak amalannya. 4โƒฃ. Kenapa manusia harus mendakwahkan ilmunya? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Atha โœ… Karena bila tidak mendakwahkan ilmunya diancam seperti menyembunyikan kebenaran dan tidaklah berguna ilmu tersebut. Selain itu juga dapat menambahkan pahala dan kelak ilmu bisa menjadi saksi kita di hari kiamat. โž• Tambahan oleh Putri โœ… Seseorang yg tidak mau mendakwahkan ilmunya berarti menyembunyikan kebenaran dan ilmunya tidak akan berguna baginya. Ilmu yg kita dakwahkan dapat menjadi pahala jariyah untuk kita, apabila kita tidak mau mendakwahkan itu artinya kita tidak menjalankan salah satu kunci untuk selamat di dunia dan akhirat. 5โƒฃ. Kenapa manusia harus bersabar di dalam belajar, beramal dan berdakwah? โœ‰ Dijawab oleh Farida โœ… Karena sabar adalah kunci dari keberhasilan. โž• Tambahan oleh Ummu Aqilah โœ… Karena dengan kesabaran, Allah senantiasa menolong apa yang kita lakukan terlebih lagi untuk menuntut ilmu, beramal, dan berdakwah. Teringat perkataan ulama bahwa dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran karena tanpa adanya kesabaran maka itu sia-sia. 6โƒฃ. Apa dalil 4 kunci keselamatan di atas? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Raghi โœ… Surah Al-โ€™Ashr. 7โƒฃ. Mana yang lebih didahulukan, ILMU atau IMAN? Apa alasannya? โœ‰ Dijawab oleh Salmaa โœ… Ilmu. Karena keimanan itu harus didasari oleh ilmu, jadi harus ilmu dulu sebelum iman, dengan ilmu maka terbentuklah keimanan yg sempurna. Iman tanpa ilmu akan terbentuk menjadi keimanan yang keliru, dan bahkan bisa menyebabkan โ€œtaqlidโ€, mengikuti nenek moyang. 8โƒฃ. Apa Tauhid itu, secara bahasa dan istilah? โœ‰ Dijawab oleh Siti Chaeriyah โœ… TAUHID Arab ุชูˆุญูŠุฏ Tauhid secara bahasa merupakan bentuk masdar dari fiโ€™il โ€œwahhada-yuwahhiduโ€ dengan huruf haโ€™ di-tasydid, yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya. Secara istilah syarโ€™i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya. 9โƒฃ. Ada berapa macam pembagian tauhid? Sebutkan! โœ‰ Dijawab oleh Annisa โœ… Pembagian Pertama 1. Tauhid Rububiyyah 2. Tauhid Uluhiyyah 3. Tauhid Asmรขโ€™ wash-Shifat โž• Tambahan oleh Nurul โœ… Pembagian Kedua 1. Tauhid al-Maโ€™rifah wal-Itsbรขt 2. Tauhid al-Qashd wath-Thalab 1โƒฃ0โƒฃ. Dengan cara apa ulama bisa membagi tauhid? โœ‰ Dijawab oleh Elankh โœ… Dari atau dengan berdasarkan โ€œistiqraa wa tatabbuโ€™โ€ atau penelitian dan observasi terhadap ayat-ayat Alquran dan hadits oleh para ulama. 1โƒฃ1โƒฃ. Apa itu Tauhid Rububiyah? โœ‰ Dijawab oleh Yati Badriyati โœ… Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah dalam hal perbuatan Allah sebagai Sang Pencipta. Yang mencipta dan memelihara segala sesuatu. Pemberi rezeki, Yang menghidupkan dan mematikan, Yang mengatur rotasi pagi, siang, dst, dan Yang Maha memuliakan. 1โƒฃ2โƒฃ. Apa dalilnya Allah itu SANG PENCIPTA? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Atha โœ… Surah Az-Zumar ayat 62 1โƒฃ3โƒฃ. Apa dalilnya Allah itu Yang memberi rezeki? โœ‰ Dijawab oleh Siti Chaeriyah โœ… Surah Fathir ayat 3 1โƒฃ4โƒฃ. Apa dalilnya Allah itu Penguasa alam semesta? โœ‰ Dijawab oleh Ummu Atha โœ… Surah Al-Fรขtihah ayat 2 1โƒฃ5โƒฃ. Apa dalilnya Allah itu yang menghidupkan dan yang mematikan? โœ‰ Dijawab oleh Ummu โ€™Izzah โœ… Surah Al-Baqarah ayat 258 1โƒฃ6โƒฃ. Apa dalilnya Allah itu Yang mengatur rotasi waktu siang dan malam? โœ‰ Dijawab oleh Farhana โœ… Surah Ali โ€™Imran ayat 27 1โƒฃ7โƒฃ. Apakah tauhid Rububiyah itu cukup memasukkan seseorang masuk ke dalam Islam? Apa dalilnya? โœ‰ Dijawab oleh Siti Chaeriyah & Ummu Hilal โœ… Tidak, dalilnya surah Al-Muโ€™minun ayat 86-89 ใ€ฐใ€ฐใ€ฐ 1โƒฃ8โƒฃ. Apa bedanya orang dan semut titipan pertanyaannya Salma? ๐Ÿ’ก Dijawab oleh Farhana โ˜‘ Kalau orang bisa kesemutan tapi kalau semut ga bisa keorangan. โœ‰ Dijawab oleh Ummu Habibah โœ… Semut tidak dikenai beban taklif, manusia dikenai beban taklif. ๐Ÿ”น SESI PERTAMA SELESAI ๐Ÿ”น โ—พ๐Ÿ”ธ SESI KEDUA ๐Ÿ”ธโ—พ Peserta bertanya kepada Ustadz Abu Salma, kemudian ustadz menjawab dengan rekaman suara, yang kami salin ke dalam bentuk tulisan 1โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Atha Assalamuโ€™alaykum, ustadz. Apakah โ€œagama kepercayaanโ€ bisa juga termasuk tauhid rububiyyah? Karena ana belum paham hakekat orang tsb percaya terhadap apa. โœ‰ Jawaban โœ‰ Mungkin maksud penanya adalah, โ€œApakah agama kepercayaan termasuk syirik dalam rububiyyah?โ€ Maksudnya melakukan kesyirikan dalam rububiyyah Allah. Untuk menjawab hal ini, pertama, kita harus mengetahui dulu, yang dimaksud dengan โ€œagama kepercayaanโ€ itu apa? Karena โ€œagamaโ€ dan โ€œkepercayaanโ€ adalah hal yg berbeda. Biasanya, kalau kita bicara tentang keadaan yg ada di Indonesia, โ€œagamaโ€ itu ada nabi dan kitab sucinya, tapi kalau โ€œkepercayaanโ€ tidak seperti itu. Kepercayaan biasanya berangkat muncul dari budaya, kearifan lokal, atau yg seperti itu. Dan seringkali kepercayaan berangkat dari keyakinan animisme-dinamisme. Biasanya mereka para penganut animisme-dinamisme terlalu mengagungkan para nenek moyang. Atau leluhur-leluhur mereka yg sudah meninggal dunia sebagian mereka mengagungkannya nenek moyang. Yang pasti, orang-orang yg meyakini kepercayaan animisme-dinamisme ini bukan beragama Islam. Otomatis mereka kafir. Adapun jika mereka menyimpang dalam Rububiyah, jika mereka tidak meyakini bahwa Allah satu-satunya Yang menciptakan alam semesta, satu-satunya Yang menghidupkan dan mematikan, namun mereka meyakini misalnya ada campur tangan dari tuhan-tuhan yang lain, atau mereka menyembah leluhur-leluhur mereka, maka mereka sudah melakukan โ€œilhรขdโ€, yaitu penyimpangan terhadap tauhid rububiyyah. Mereka menyekutukan Allah dalam rububiyyah-Nya. Tentu ini seperti kaum yang meyakini adanya tuhan-tuhan lain, mereka memiliki keyakinan bahwa tuhan yang menciptakan atau mengatur alam semesta ini banyak atau berbilang, dan tiap tuhan memiliki tugas/wewenang masing-masing. Dan tentunya kesyirikan dalam rububiyyah Allah adalah suatu kesesatan yang sudah nyata. Orang yg meyakini rububiyyah Allah saja tidak dianggap masuk ke dalam Islam, apalagi orang yg tidak mengimani atau tidak menauhidkan Allah dalam rububiyyah-Nya. Maka tentunya lebih keras lagi kufurnya. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. 2โƒฃ. Pertanyaan dari Dina M. Assalamuโ€™alaikum, ustadz. Ada berapa tingkatan ilmu tauhid? Dan berapa lama kita dapat mempelajari semua itu? โœ‰ Jawaban โœ‰ Ilmu tauhid ada jenis/macamnya. Yaitu tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan tauhid asmรขโ€™ wash-shifรขt. Atau juga sebagaimana yg dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa tauhid itu ada dua, yaitu โ€œTauhid al-Maโ€™rifah wal-Itsbรขtโ€ dan โ€œTauhid al-Qashd wath-Thalabโ€. Inilah yg disebutkan oleh para ulama. Adapun tingkatan atau โ€œmarhalahโ€ ilmu tauhid, maka saya belum pernah mendapati ada marhalah ilmu tauhid. Melainkan tingkatan-tingkatan ilmu tauhid ini biasanya berangkat dari 2 sekte kalau bukan sekte Shรปfiyyah sufi yang membagi tingkatan-tingkatan tauhid menjadi ilmu syarรฎโ€™ah, kemudian ilmu maโ€™rifah, kemudian ilmu hakikat, maka ini semua tidak ada dalilnya; Dan juga ada sebagian lain yaitu sekte Asyโ€™ariyyah, yg membagi tingkatan tauhid menjadi tauhid di dalam Dzat Allah, dalam sifat Allah, dalam afโ€™รขl perbuatan-perbuatan Allah, tauhid dalam ibadah, ini juga โ€”wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขbโ€” saya belum pernah tahu ada dalilnya. Karena nantinya, seperti tauhid tentang Dzat Allah, mereka sebut Allah adalah โ€œwujรปdโ€ yaitu eksis/ada, kemudian Allah itu โ€œghaniyyโ€ yaitu absolut. Dan ini adalah suatu penyandaran kepada Allah seperti misalnya Allah bersifat absolut, atau yg semisalnya yg berangkat dari pemahaman Mathrรปdiyyah, yaitu salah satu sekte yg lebih mengedepankan akal seperti sekte Muโ€™tazilah. Yang demikian ini, setahu saya, tidak ada dalil yg mendukung pembagian tingkatan-tingkatan tsb. Namun memang, dalam Islam ada tingkatan-tingkatannya. Yaitu seorang muslim orang yg beragama Islam, kemudian yg lebih tinggi lagi ada mukmin orang yg beriman, dan muhsin orang yg ihsan. Ini memang ada dalilnya dalam hadits. Lalu kemudian, โ€œBerapa lama kita mempelajari semua itu yakni ilmu tauhid?โ€ Ilmu tauhid itu kita pelajari mulai sejak kita bisa membaca juga menghafal, dan memahami, hingga kita meninggal dunia. Dan dalam mempelajari ilmu tauhid ini tidak ada hentinya, apalagi dalam mengamalkannya. Jadi tidak ada batasan berapa lama kita mempelajari semua itu. Kita tetap diperintahkan untuk belajar dan senantiasa belajar, hanya mungkin kalau kita ingin mengetahui masalah konsep dasar dari ilmu tauhid yg paling utama, mungkin dalam waktu beberapa pekan sudah selesai membahas garis-garis besarnya saja. Tapi untuk mempelajari perincian, dalil, โ€œistinbรขthโ€ penarikan kesimpulan, dan โ€œistidlรขlโ€ pengambilan dalil, maka itu semua butuh waktu panjang. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. 3โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Habibah Assalamuโ€™alaykum warahmatullah. Apakah rincian penjelasan tauhid hanya 3 itu saja, apabila ada perbedaan istilah dan pembagiannya tidak 3 dan tetap substansinya sama, apakah diperbolehkan? Jazakallahu khoyron. โœ‰ Jawaban โœ‰ Masalah pembagian tauhid menjadi dua atau tiga ini berdasarkan penelitian dari para ulama. Yaitu mereka melakukan penelitian yang ada di Alquran dan sunnah, maka mereka menetapkan bahwa tauhid itu ada dua atau tiga ini sudah saya jelaskan pada materi kajian. Dan ini intinya sama saja, baik menyatakan tauhid itu terbagi dua atau tiga sebagaimana disebutkan sebelumnya, ini sama. Adapun orang yg membagi-bagi tauhid lagi, misalnya ada tauhid โ€œmulkiyahโ€, atau tauhid-tauhid lainnya, maka ketahuilah, misalnya orang yg menetapkan tauhid โ€œmulkiyahโ€ bahwasanya tidak ada hukum selain hukum Allah, tidak ada kekuasaan selain kekuasaan Allah, maka tauhid โ€œmulkiyahโ€ ini sudah terkandung dalam tauhid asmรขโ€™ wash-shifรขt atau tauhid rububiyyah. Sehingga yg sudah terkandung dalam pembagian tauhid yg tiga, tidak perlu lagi dipisahkan pembagiannya untuk dikeluarkan lagi. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam. 4โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Fian Assalamuโ€™alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana cara kami yang awam ini yang sudah paham ilmunya, sudah mengamalkan tapi belum mampu mendakwahkan/menyampaikan sebagaimana asรขtidzah menjelaskan? Karena yang ana pahami dari penyampaian beberapa ulama, bahwa kita tidak diperbolehkan berdakwah jika bukan keahlian kita. Jazaakallah khairan, ustadz. โœ‰ Jawaban โœ‰ Pertanyaan ini cukup penting. Yg harus kita pahami, dakwah atau menyampaikan ilmu yg kita pahami, hukumnya adalah wajib. Harus. Tapi ketika kita memberitahukan ke orang lain, maka tidak mesti seperti penyampaian seorang ustadz, atau kiyai, atau ulama. Tidak. Misal kita melihat saudara/i kita masih suka musik, maka kewajiban kita menasihati, mendakwahkan dia dengan cara yg baik. Selama kita hidup, pasti kita menemukan saudara-saudara kita yg jatuh ke dalam kesalahan-kesalahan. Bahkan kita juga bisa terjatuh. Tapi bukan berarti kita mendiamkan kesalahan tsb karena kita merasa belum mampu untuk berdakwah. Kita wajib berdakwah dengan kemampuan yg kita miliki. Dan dakwah itu tidak harus dengan lisan. Karena dakwah bisa dilakukan dengan harta yaitu, bisa juga dengan contoh/perbuatan. Dan seringkali dakwah dengan menjadi tauladan ini lebih efektif. Misalnya ketika kita merasa susah untuk berdakwah pada orang tua dengan menjelaskan, tapi kita bisa berdakwah dengan semakin berbakti pada mereka, semakin lembut, dsb. Maka orang tua akan melihat perubahan kita menjadi lebih baik, dari situlah orang tua akan penasaran apa yg dipelajari anaknya. Maka dari situ kita mulai pelan-pelan sampaikan ilmunya. Memang sebelum berdakwah itu harus memiliki ilmu. Berdakwah tanpa ilmu itu diperingatkan oleh para ulama. Jangankan berdakwah, beramal tanpa ilmu saja bisa membawa pada kesesatan, namun amal tanpa ilmu kesesatannya hanya untuk diri kita saja, tetapi dakwah tanpa ilmu kesesatannya bisa sampai kepada orang lain. Oleh karena itu kewajiban kita adalah menuntut ilmu, tapi tidak menafikan apabila kita mampu menyampaikan dengan cara yg baik maka hendaknya kita sampaikan. Jangan sampai pula dengan alasan dakwah kita sibuk membuat status di media sosial mengkritisi ini dan itu. Hal ini kurang benar. Kita mengatasnamakan dakwah di media sosial, namun ini bukan dakwah tapi bisa jatuh pada menghujat ghibah, namimah, โ€”wal โ€™iyรขdzu billรขhโ€” ini adalah hal-hal yg harus dijauhi. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. 5โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Salma Assalamuโ€™alaikum. Bisa minta dalil sifat qudrah Allah? โœ‰ Jawaban โœ‰ Qudrah Allah artinya kehendak Allah. Allah memiliki nama al-Qadรฎr Yang Maha berkehendak. Dalil tentang sifat qudrah Allah di dalam Alquran itu banyak sekali. Kalau kita cari, ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan yang semisalnya, kita dapati ada 40 lebih di dalam Alquran. Apabila itu memang ada dalilnya dalam Alquran dan sunnah, maka kita wajib menetapkannya. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. 6โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Thabrani Assalamualaykum. Afwan ustadz, mengenai ilmu harus didakwahkan. Ibu saya pernah ingin mengaji alquran makhraj dan tajwid kepada seorang guru. Tapi guru itu menolak dengan alasan ilmu ngajinya tidak boleh dishare kepada orang lain kecuali jika sudah terdaftar di madrasah yg sama dengan guru tersebut bernaung. Mohon penjelasannya apakah hal itu boleh saja atau termasuk menyembunyikan ilmu ustadz? Afwan โœ‰ Jawaban โœ‰ Ini tidak boleh, termasuk pelit dengan ilmu apalagi ilmu tajwid, bahkan termasuk menyembunyikan ilmu. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. . 7โƒฃ. Pertanyaan dari Ummu Hilal Assalamuโ€™alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh. Ustadz, bagaimana bantahan untuk sebagian orang yang beranggapan bahwa membagi tauhid menjadi 3 itu tidak pernah ada bidโ€™ah? โœ‰ Jawaban โœ‰ Orang yg mengatakan pembagian tauhid menjadi 3 itu bidโ€™ah adalah orang yang TIDAK paham apa itu bidโ€™ah. Seakan-akan dia juga menyatakan bidโ€™ah bagi orang yg membagi-bagi kaidah bahasa Arab menjadi ada fiโ€™il kata kerja, ism, dst, dan juga orang yg mempelajari ilmu hadits ada hadits shahih, ada yg dhaโ€™if, juga ilmu Ushul Fiqh. Ini semua secara terminologi tidak ada dalilnya yg secara khusus menyatakan adanya ilmu Ushul Fiqh, ilmu Hadits, dsb. Ini semua berdasarkan โ€œistiqrรขโ€™ wa tatabbuโ€™โ€, yaitu penelitian terhadap dalil-dalil dari Alquran dan sunnah kemudian para ulama ber-istinbรขth mengambil kesimpulan. Dan pembagian ini bukan untuk mengada-adakan sesuatu yg baru, tapi untuk memudahkan orang dalam memahami. Seandainya tidak dibagi juga tidak mengapa. Karena pada zaman Rasulullah pun, tidak ada pembagian dalam ilmu bahasa Arab, ada ism jamid, ism musytรขq, dsb. Maka orang yg mengatakan ini bidโ€™ah adalah orang yg tidak mengerti bidโ€™ah, atau dia sendiri pelaku bidโ€™ah. Sama seperti seorang Sufi dari Yordania, dia menulis buku bahwa โ€œPembagian tauhid menjadi tiga, itu berasal dari โ€œaqidah tatslitsโ€ yaitu akidah trinitasnya orang Nasraniโ€. Dan ini adalah pemikiran yg super ngawur sekali, dan ini sudah dibantah oleh para ulama. Karena menurut sang penulis buku tsb, tuhan itu ada tiga, padahal itu adalah qiyรขs kias yang fรขsid rusak. Bahkan penetapan tauhid menjadi tiga ini adalah konsekuensi akidah kita yg meyakini Allah sebagai Pencipta, meyakini keesaan Allah dalam ibadah, meyakini sifat-sifat Allah yg disebut oleh Allah dalam Alquran. Wallรขhu taโ€™รขlรข aโ€™lam bish-shawรขb. ๐Ÿ”ธ SESI KEDUA SELESAI ๐Ÿ”ธ โ—ผ PENUTUP โ—ผ Untuk para muslimahโ€ฆ Ibu dari kaum laki-laki, dan ibu generasi selanjutnyaโ€ฆ Isteri dari kaum laki-laki, yang tanpanya maka laki-laki itu lemah tidak bisa berbuat apa-apaโ€ฆ Ibu dari kaum laki-laki, sekolah pertama umatโ€ฆ Karena itu, keberadaan antunna semua di dalam dunia ilmu, supporting amal, peramai dakwah dan penyokong kesabaran adalah sangat besarโ€ฆ Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah berhenti beramal. Jangan pernah berhenti mengajar. Jangan pernah berhenti bersabar. Nabi kita Muhammad, pendidik pertamanya adalah bundanya, Aminah, karena ayahnya meninggal dunia saat beliau masih di kandungan Ibnu Taimiyah, Imam Malik, dan banyak para ulama salaf senior, mereka semua dididik oleh tangan ibu-ibu mereka. Imam Malik kecil, dipakaikan baju oleh bundanya, lalu bundanya menyuruhkan datang ke majelis imam Rabiโ€™ah, ketika ditanya sang ibunda berkata bahwa beliau menyuruh Malik belajar adab dengan cara melihat adabnya Imam Rabiโ€™ahโ€ฆ โ€œal-Adab qoblat tholabโ€ beradab dulu sebelum belajar Nasehat saya adalah TETAP TERUS BELAJAR, dan BELAJARLAH SECARA TAโ€™SHIL FUNDAMEN DULU DAN TAFSHIL TERPERINCI, serta secara TADARRUJ bertahap. Gunakan waktu yang ada untuk membaca buku atau artikel bermanfaat setidaknya 1 artikel dalam sehari dengarkan kajian setidaknya setengah jam mencatat faidah-faidah kajian yang ada, praktekkan dan amalkan semampunya ajarkan ke suami, anak, teman. SABAR terus sampai maut menjemput. Jangan sia-siakan hidayah dari Allah. Jangan jadikan nikmat ilmu dan hidayah sebagai sebab kita berlaku sombong dan aroganโ€ฆ Jadikan ilmu sebagai bagian dari waktu kita, dan jadikan ilmu di sela-sela waktu kita. Bandung, 22 Rajab 1439 H Brave Ummu Abdirrahman
MenurutSalafi Wahabi, Tauhid Rububiyah
Oleh Muhammad Farid Wajdi BLOGGURU โ€“ Apa itu Tauhid Rububiyah? Apa itu Tauhid Uluhiyah? Memahaminya adalah pelajaran dasar yang harus dipahami oleh Umat Islam. Di Pondok Pesantren, materi tentang ini dipelajari dalam Mapel Al-Qurโ€™an-Hadits Semester 1 Kelas VII SMP/MTs. Tauhid adalah fondasi ajaran Islam yang paling mendasar. Mengesakan Allah SWT dan beribadah hanya kepada-Nya merupakan akidah asasi bagi setiap muslim. Tauhid menjadi pengikat hati dan pikiran hamba kepada Allah SWT, sekaligus sebagai dasar orientasi hamba dalam beribadah, beramal dan bermuamalah. Tauhid Rububiyah Secara bahasa, Tauhid Rububiyah merupakan bentukan dari dua kata, yaitu Tauhid dan Rububiyah. Tauhid berasal dari Bahasa Arab, โ€œTauhidanโ€, โ€œYuwahhiduโ€, dan โ€œWahhadaโ€ yang berarti mengesakan. Menurut istilah, Tauhid Rububiyah berarti mengesakan Allah, mengimani bahwa Allah SWT itu Maha Esa; tiada Tuhan selain-Nya; tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah tidak diduakan dan tidak pula memiliki mitra setara dengan-Nya. Allah itu tidak melahirkan atau tidak mempunyai istri; dan tidak pula dilahirkan atau mempunyai ayah. Allah itu benar-benar unik, tidak ada yang sesuatu pun yang setara dengan-Nya, sebagaimana telah disebutkan dalam Qs. Al-Ikhlas 1-4 Tauhid juga mengandung arti Menyatukan, bahwa setiap muslim harus menyatukan hati dan pikirannya dalam beribadah hanya kepada-Nya, karena menyadari dan memahami sepenuh hati bahwa tujuan hidup yang ditetapkan-Nya adalah beribadah, menyembah, dan mendedikasikan dirinya kepada-Nya, bukan kepada makhluk, sebagaimana telah disebutkan dalam Qs. Al-Dzariyat/51 56. Menyatukan, disini juga berarti menyatukan orientasi kehidupan, dengan meniati segala aktivitas hidup setiap muslim secara ikhlas semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT, sebagaimana telah disebutkan dalam Qs. Al-Anโ€™am/6 162-163. Tauhid Uluhiyah Menurut bahasa, kata โ€œUluhiyyahโ€ berarti sembahan, persembahan. Secara istilah, dapat dimaknai Tauhid Uluhiyyah sebagai kepercayaan bahwa hanya Allah sembahan yang benar Tuhan yang pantas disembah. Dengan demikian, Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan dzat Allah SwT melalui sikap dan perbuatan hamba dengan hanya beribadah kepada-Nya, karena yang paling berhak diibadahi, dimintai pertolongan adalah Allah yang Maha Esa. Implikasi dari tauhid mengesakan dan menyatukan adalah bahwa ibadah mukmin harus disatukan niat dan tujuannya murni ikhlas karena Allah, bukan karena mengharap pujian dari makhluk, dan bukan pula karena pencitraan riyaโ€™. Jika tauhid rububiyyah berkaitan dengan pengesaan Allah dari segi perbuatan dan sifat-Nya, maka tauhid uluhiyyah berkaitan langsung dengan pengesaan dan penghambaan Dzat Allah yang tidak berbilang, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada pula yang menyamai-Nya. Tauhid uluhiyyah yang murni menjadi syarat pengampunan dosa-dosa hamba. Artinya, sebesar apa pun dosa hamba, selama tidak menyekutukan Allah syirik, peluang untuk memperoleh ampunan dari Allah SwT sangat terbuka. Sebaliknya, orang yang melakukan syirik, dosanya tidak akan diampuni oleh-Nya, karena syirik merupakan dosa terbesar yang berkaitan โ€œperselingkuhan teologisโ€ terhadap dzat-Nya secara langsung. Jadi, keimanan dan keyakinan terhadap keesaan Allah, baik dari dzat, perbuatan dan sifat-Nya, merupakan pangkal segala kebaikan sekaligus merupakan kunci pembuka surga. Nabi saw bersabda โ€œBarangsiapa yang akhir perkataannya la ilaha illa Allah, maka dia akan masuk surgaโ€ HR Muslim. * Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qurโ€™an-Hadits pada SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. ุชูŽูˆู’ุญููŠู’ุฏูุงู„ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุตูู‘ููŽุงุชู Tauhid Al-Asma' wa Ash-Shifat Oleh DR. Firanda Andirja, Lc.MA. Mengenal al-Asma' wa ash-Shifat (nama-nama dan sifat-sifat) Allah ๏ทป merupakan pembahasan yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan dan ibadah seorang hamba([1]). Semakin dia mengenal Allah ๏ทป maka dia akan semakin bertakwa dan semakin

Belajar Tauhid 2 > Tauhid Rububiyyah Syaikh Dr. Soleh bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah Tauhid Rububiyah Dan Pengakuan Orang-Orang Musyrik Terhadapnya Termasuk dalam kesempurnaan Tauhid adalah merangkumi mengakui ke-Esaan Allah dalam rububiyah, ikhlas beribadah hanya kepada-Nya menurut ketetapan kaedahnya, serta menetapkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan demikian, perbahasan tauhid secara umumnya dapat dibahagiakan kepada tiga bahagian. Iaitulah; Tauhid rububiyah, Tauhid uluhiyah serta Tauhid asmaโ€™ wa shifat. Setiap bahagian dari ketiga-tiga bahagian tauhid tersebut memiliki penjelasan dan perbahasan mengikut skopnya. Tauhid Rububiyah Iaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahawa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Firman-Nya ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽุงู„ูู‚ู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽูƒููŠู„ูŒ โ€œAllah menciptakan setiap sesuatu, dan Dia lah Yang mentadbirkan serta Memelihara segala sesuatu.โ€ Surah az-Zumar, 39 62 Bahawasanya Dia adalah Pemberi Rezeki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุจูŽู‘ุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูŽุง โ€œDan tidak ada satu pun dari makhluk-makhluk yang bergerak di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.โ€ Surah Hud, 11 6 Dan bahawasanya Dia adalah Penguasa alam dan Pentadbir alam semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatu. Pengatur pusingan siang dan malam, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala befirman ู‚ูู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู…ูŽุงู„ููƒูŽ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ุชูุคู’ุชููŠ ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽุชูŽู†ู’ุฒูุนู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุชูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽุชูุนูุฒูู‘ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽุชูุฐูู„ูู‘ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุงุกู ุจููŠูŽุฏููƒูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ. ุชููˆู„ูุฌู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุชููˆู„ูุฌู ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑูŽ ูููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุชูุฎู’ุฑูุฌู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ูˆูŽุชูุฎู’ุฑูุฌู ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูู‘ ูˆูŽุชูŽุฑู’ุฒูู‚ู ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุงุกู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูุณูŽุงุจู โ€œKatakanlah โ€œWahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab batas.โ€.โ€ Surah Ali Imran, 3 26-27 Allah telah menafikan sekutu atau pembantu dalam kekuasaan-Nya. Sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberi rezeki. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃูŽุฑููˆู†ููŠ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ุจูŽู„ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููˆู†ูŽ ูููŠ ุถูŽู„ูŽุงู„ู ู…ูุจููŠู†ู โ€œInilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahanmu selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.โ€ Surah Luqman, 31 11 ุฃูŽู…ูŽู‘ู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ููƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุฑูุฒู’ู‚ูŽู‡ู ุจูŽู„ู’ ู„ูŽุฌูู‘ูˆุง ูููŠ ุนูุชููˆูู‘ ูˆูŽู†ููููˆุฑู โ€œAtau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?โ€ Surah al-Mulk, 67 21 Allah menyatakan pula tentang ke-Esa-an-Nya dalam rububiyah-Nya atas segala alam semesta. Firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œSegala puji bagi Allah yang memelihara sekalian alam.โ€ Surah al-Fatihah, 1 2 ุฅูู†ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูููŠ ุณูุชูŽู‘ุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ุชูŽูˆูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ูŠูุบู’ุดููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑูŽ ูŠูŽุทู’ู„ูุจูู‡ู ุญูŽุซููŠุซู‹ุง ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุฌููˆู…ูŽ ู…ูุณูŽุฎูŽู‘ุฑูŽุงุชู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œSesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia beristiwa di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakan-Nya pula matahari, bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.โ€ Surah al-Aโ€™raaf, 7 54 Allah menciptakan semua makhluk-Nya di atas fitrah pengakuan terhadap rububiyah-Nya. Bahkan orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam ibadah juga mengakui ke-Esaan rububiyah-Nya. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ูˆูŽุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู 86 ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ 87 ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒููˆุชู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุฌููŠุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฌูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ 88 ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ุชูุณู’ุญูŽุฑููˆู†ูŽ โ€œKatakanlah โ€œSiapakah yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki Arsy yang besar?โ€ Mereka akan menjawab โ€œKepunyaan Allah.โ€ Katakanlah โ€œMaka adakah kamu tidak bertaqwa?โ€ Katakanlah โ€œSiapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya, jika kamu mengetahui?โ€ Mereka akan menjawab โ€œKepunyaan Allah.โ€ Katakanlah โ€œKalau begitu, maka dari jalan manakah kamu ditipu?โ€.โ€ Surah al-Mukminun, 23 86-89 Dengan itu, tauhid rububiyah ini sememangnya diakui oleh sekalian manusia secara fitrah. Tidak ada umat mana pun yang menyangkalnya. Bahkan hati manusia sudah difitrahkan untuk mengakui-Nya, melebihi fitrah pengakuan terhadap yang lainnya. Sebagaimana perkataan para rasul yang dinyatakan oleh Allah Taโ€™ala ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฑูุณูู„ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุดูŽูƒูŒู‘ ููŽุงุทูุฑู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูŽุฏู’ุนููˆูƒูู…ู’ ู„ููŠูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฐูู†ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูุคูŽุฎูู‘ุฑูŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู…ูุณูŽู…ู‹ู‘ู‰ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ู…ูุซู’ู„ูู†ูŽุง ุชูุฑููŠุฏููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตูุฏูู‘ูˆู†ูŽุง ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุจูุฏู ุขุจูŽุงุคูู†ูŽุง ููŽุฃู’ุชููˆู†ูŽุง ุจูุณูู„ู’ุทูŽุงู†ู ู…ูุจููŠู†ู โ€œBerkata rasul-rasul mereka โ€œAdakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi keampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan siksaan-mu sehingga masa yang ditentukan?โ€ Mereka berkata โ€œKamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk memesongkan menghalang kami dari apa yang selalu disembah nenek-moyang kami, kerana itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.โ€.โ€ Surah Ibrahim, 14 10 Adapun orang yang paling terkenal dengan pengingkarannya adalah Firโ€™aun. Walaupun begitu, di hatinya masih tetap mengakui kewujudan Allah. Sebagaimana perkataan Musa alaihis Salam kepadanya ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุจูŽุตูŽุงุฆูุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุธูู†ูู‘ูƒูŽ ูŠูŽุง ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ู…ูŽุซู’ุจููˆุฑู‹ุง โ€œMusa menjawab โ€œSesungguhnya kamu telah mengetahui bahawa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu melainkan Allah yang Memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira bahawa kamu wahai Firโ€™aun sebagai seorang yang akan binasa.โ€.โ€ Surah al-Israโ€™, 17 102 Allah Taโ€™ala turut mengkhabarkan tentang Firโ€™aun dan kaumnya ูˆูŽุฌูŽุญูŽุฏููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽู†ูŽุชู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ูˆูŽุนูู„ููˆู‹ู‘ุง ููŽุงู†ู’ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽ โ€œDan mereka mengingkarinya kerana kezaliman dan kesombongan mereka, sedangkan hati mereka mengakui kebenaran hakikat tersebut.โ€ Surah an-Naml, 27 14 Begitu pula orang-orang yang mengingkarinya di zaman ini, seperti komunis dan atheis. Mereka hanya menampakkan pengingkaran dan penolakkan kerana kesombongannya. Akan tetapi pada hakikatnya, secara diam-diam, batin mereka meyakini bahawa tidak ada satu makhluk pun yang ada tanpa Pencipta, dan tidak ada satu benda pun kecuali ada yang membuatnya, dan tidak ada pengaruh apa pun kecuali pasti ada yang mempengaruhinya. Firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุฃูŽู…ู’ ุฎูู„ูู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽู…ู’ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ููˆู†ูŽ. ุฃูŽู…ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุจูŽู„ู’ ู„ูŽุง ูŠููˆู‚ูู†ููˆู†ูŽ โ€œAdakah mereka diciptakan tanpa sesuatu apa pun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Atau mereka yang mencipta langit dan bumi itu? Sebaliknya mereka tidaklah yakin. โ€ Surah ath-Thur, 52 35-36 Perhatikanlah alam semesta ini, sama ada yang di atas mahupun yang di bawah dengan segala bahagian-bahagiannya, kita pasti mampu mendapati semua itu menunjukkan kepada wujudnya Pembuat, Pencipta dan Pemiliknya. Maka, mengingkari dalam akal dan hati terhadap pencipta semua itu, sama keadaannya dengan mengingkari ilmu itu sendiri dan mencampakkannya, yang mana kedua-dua situasi tersebut tiada bezanya. Adapun pengingkaran tentang adanya Tuhan oleh orang-orang komunis ketika ini hanyalah kerana kesombongan dan penolakan mereka terhadap hasil kajian dan penemuan akal yang sihat. Sesiapa yang memiliki sifat seperti ini maka dia telah membuang akalnya dan mengajak orang lain untuk mentertawakan dirinya. Pengertian Rabb Dalam al-Qurโ€™an Dan as-Sunnah, Serta Pandangan Umat-umat Yang Sesat Rabb adalah bentuk mashdar, berasal dari โ€œุฑุจ ูŠุฑุจโ€ yang bererti mengembangkan sesuatu dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain, sehingga kepada keadaan yang sempurna. Dan boleh juga diungkapkan dengan ุฑุจู‡ ูˆุฑุจุงู‡ ูˆุฑุจุจู‡. Dengan itu, Rabb adalah kata mashdar yang dipinjam untuk faโ€™il pelaku. Kata-kata ar-Rabb tidak disebut sendirian, kecuali untuk Allah yang menjamin kemaslahatan seluruh makhluk. Adapun jika diidhafah-kan ditambahkan kepada yang lain, maka ianya boleh dimaksudkan kepada Allah dan boleh juga yang lain. Firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œSegala puji bagi Allah yang memelihara sekalian alam.โ€ Surah al-Fatihah, 1 2 Juga firman-Nya ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุจูู‘ ุขุจูŽุงุฆููƒูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ููŠู†ูŽ โ€œMusa berkata pula โ€œTuhan kamu dan Tuhan nenek-moyang kamu yang dahulu.โ€.โ€ Surah as-Syuโ€™ara, 26 26 Kata rabb juga turut digunakan seperti โ€œุฑุจ ุงู„ุฏุงุฑโ€ iaitu tuan rumah atau pemilik rumah, โ€œุฑุจ ุงู„ูุฑุณโ€ iaitu pemilik kuda, dan di antaranya lagi adalah perkataan Nabi Yusuf alahis Salam yang dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠ ุธูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุงุฌู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุงุฐู’ูƒูุฑู’ู†ููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุณูŽุงู‡ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฐููƒู’ุฑูŽ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ููŽู„ูŽุจูุซูŽ ูููŠ ุงู„ุณูู‘ุฌู’ู†ู ุจูุถู’ุนูŽ ุณูู†ููŠู†ูŽ โ€œDan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua โ€œTerangkanlah keadaanku kepada tuanmu rabbika.โ€ Maka Syaitan menjadikan dia lupa menerangkan keadaan Yusuf kepada tuannya rabbihi. Kerana itu tetaplah dia Yusuf dalam penjara beberapa tahun lamanya.โ€ Surah Yusuf, 12 42 Dan firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุงุฑู’ุฌูุนู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ โ€œโ€ฆkembalilah kepada tuanmu rabbikaโ€ฆโ€ Surah Yusuf, 12 50 ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ูŽุง ููŽูŠูŽุณู’ู‚ููŠ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ู ุฎูŽู…ู’ุฑู‹ุง โ€œAdapun salah seorang dari kamu, maka ia akan memberi minum arak kepada tuannya rabbahuโ€ฆโ€ Surah Yusuf, 12 41 Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah tentang unta yang hilang ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฌูุฏูŽู‡ูŽุง ุฑูŽุจูู‘ู‡ูŽุง โ€œโ€ฆSehingga pemiliknya menemuinyaโ€ฆโ€ Shahih al-Bukhari, 2428 Maka jelaslah bahawa kata Rabb diperuntukkan untuk Allah jika maโ€™rifat dan mudhaf, sehingga kita mengatakan misalnya ุงู„ุฑุจ Tuhan โ€“ Allah, ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† Penguasa semesta alam atau ุฑุจ ุงู„ู†ุงุณ Tuhan manusia. Dan tidak diperuntukkan kepada selain Allah kecuali jika di-idhafah-kan, misalnya ุฑุจ ุงู„ุฏุงุฑ tuan rumah, atau โ€œุฑุจ ุงู„ุงุกุจู„โ€ pemilik unta dan lainnya. Makna โ€œุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†โ€ adalah Allah Pencipta alam semesta, Pemilik, Pengurus dan Pembimbing mereka dengan segala nikmat-Nya, serta dengan mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya dan Pemberi balasan atas segala perbuatan makhluk-Nya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah Wafat 751H berkata bahawa kandungan dan kesan rububiyah adalah adanya perintah dan larangan kepada hamba, membalas yang berbuat baik dengan kebaikan, serta menghukum yang jahat atas kejahatannya. Madarijus Salikin, 1/68 Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat-Umat Yang Sesat Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menciptakan manusia dengan fitrah mengakui tauhid serta mengetahui Rabb Sang Pencipta. Firman Allah ููŽุฃูŽู‚ูู…ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽูƒูŽ ู„ูู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุญูŽู†ููŠูู‹ุง ููุทู’ุฑูŽุชูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ููŽุทูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุจู’ุฏููŠู„ูŽ ู„ูุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.โ€ Surah ar-Ruum, 30 30 ูˆูŽุฅูุฐู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู„ูŽุณู’ุชู ุจูุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽู„ูŽู‰ ุดูŽู‡ูุฏู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ูŽู‘ุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ุนูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุบูŽุงููู„ููŠู†ูŽ โ€œDan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka lalu berfirman โ€œBukankah Aku ini Tuhanmu?โ€ Mereka menjawab โ€œBetul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi.โ€ Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan โ€œSesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang alpa terhadap ini ke-Esaan Tuhanโ€. Surah al-Aโ€™raaf, 7 172 Jadi, mengakui rububiyah Allah dan menerimanya adalah sesuatu yang fitri. Sedangkan syirik adalah unsur yang datang kemudian. Baginda Rasul bersabda ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ูŠููˆู„ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ููุทู’ุฑูŽุฉูุŒ ููŽุฃูŽุจูŽูˆูŽุงู‡ู ูŠูู‡ูŽูˆูู‘ุฏูŽุงู†ูู‡ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูู†ูŽุตูู‘ุฑูŽุงู†ูู‡ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูู…ูŽุฌูู‘ุณูŽุงู†ูู‡ู โ€œSetiap bayi dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tua-nyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.โ€ Shahih al-Bukhari, no. 1385 Seandainya seorang manusia diasingkan dan dibiarkan fitrahnya, pasti ia akan meng-arah kepada tauhid yang dibawa oleh para rasul, yang disebutkan oleh kitab-kitab suci dan ditujukan oleh alam. Akan tetapi kesan pengaruh bimbingan yang menyimpang dan persekitaran yang berunsurkan tidak mempedulikan wujudnya Tuhan itulah faktor penyebab yang mengubah pandangan si bayi. Dari sanalah seorang anak manusia mengikuti bapa-nya dalam kesesatan dan penyimpangan. Allah berfirman dalam hadis Qudsi ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุนูุจูŽุงุฏููŠ ุญูู†ูŽููŽุงุกูŽ ูƒูู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠูŽุงุทููŠู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽุงู„ูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ูู…ู’ โ€œAku ciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif putih bersih semuanya, sesungguhnya Syaitan-lah yang memalingkan mereka, maka mereka pun menyimpang dari agama mereka.โ€ Shahih Muslim, no. 2865 Maksudnya, memalingkan mereka kepada berhala-berhala dan menjadikan mereka itu sebagai tuhan selain Allah. Maka mereka jatuh dalam kesesatan, keterasingan, perpecahan, dan perbezaan; kerana setiap kelompok memiliki tuhan-nya masing-masing. Ini adalah kerana ketika mereka berpaling dari Tuhan yang sebenar, maka mereka akan jatuh ke dalam fikrah mempercayai tuhan-tuhan palsu. Sebagaimana firman Allah ููŽุฐูŽู„ููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ููŽู…ูŽุงุฐูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ุถูŽู‘ู„ูŽุงู„ู ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ุชูุตู’ุฑูŽูููˆู†ูŽ โ€œMaka demikian, Allah itulah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimana kamu boleh dipalingkan dari kebenaran?โ€ Surah Yunus, 10 32 Kesesatan itu tidak memiliki batas dan tepi. Dan itu pasti terjadi pada diri orang-orang yang berpaling dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. Firman-Nya ูŠูŽุง ุตูŽุงุญูุจูŽูŠู ุงู„ุณูู‘ุฌู’ู†ู ุฃูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุงุจูŒ ู…ูุชูŽููŽุฑูู‘ู‚ููˆู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ุฃูŽู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽู‡ูŽู‘ุงุฑู 39 ู…ูŽุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกู‹ ุณูŽู…ูŽู‘ูŠู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุขุจูŽุงุคููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œWahai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyang kamu ada-adakannya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama tersebut. Sesungguhnya hukum itu hanyalah milik Allah, Yang telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.โ€ Surah Yusuf, 12 39-40 Dan syirik dalam tauhid rububiyah adalah dengan menetapkan adanya dua pencipta yang serupa dalam sifat dan perbuatannya; Ini adalah sesuatu yang mustahil. Akan tetapi sebahagian kaum musyrikin meyakini bahawa tuhan-tuhan mereka memiliki sebahagian kekuasaan dalam alam semesta ini. Syaitan telah mempermainkan mereka dalam menyembah tuhan-tuhan tersebut, dan syaitan mempermainkan setiap kelompok manusia berdasarkan kemampuan akal mereka. Ada sekelompok orang yang diajak untuk menyembah orang-orang yang sudah mati dengan cara membuat patung-patung mereka sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh alaihis Salam. Ada pula sekelompok lain yang menghasilkan berhala-berhala dalam bentuk planet-planet. Mereka menganggap planet-planet tersebut memiliki kuasa terhadap alam semesta dan isinya. Maka mereka membinakan rumah-rumah untuknya serta memasang anak kuncinya. Mereka pun berselisih pendapat berkenaan penyembahannya; ada yang menyembah matahari, ada yang menyembah bulan dan ada pula yang menyembah planet-planet lain, sehingga di kalangan mereka membina piramid-piramid, dan setiap planet ada piramidnya sendiri. Ada pula golongan yang menyembah api, iaitu kaum Majusi. Juga ada kaum yang menyembah sapi lembu, seperti yang ada di India; kelompok yang menyembah malaikat, kelompok yang menyembah pohon-pohon dan batu besar. Juga ada yang menyembah makam atau kuburan yang dianggap keramat. Semua ini adalah disebabkan kerana mereka menyangkakan dan menggambarkan benda-benda tersebut mempunyai sebahagian dari sifat rububiyah atau ketuhanan. Ada pula yang menganggap berhala-berhala itu mewakili hal-hal yang ghaib. Imam Ibnul Qayyim berpendapat โ€œPembuat berhala pada mulanya adalah golongan yang suka berimaginasi dan gemar membayangkan persoalan tuhan yang ghaib, lalu mereka membina patung-patung tertentu berdasarkan bentuk dan rupa yang terlintas di fikiran mereka agar dapat menjadi wakilnya serta mengganti kedudukannya. Jika tidak begitu, maka sesungguhnya setiap orang yang berakal tidak mungkin akan memahat patung dengan tangannya sendiri kemudian meyakini dan menyatakan bahawa patung yang dipahat itu adalah tuhan sembahannya.โ€ Ighatsatul Lahfan, 2/220 Begitu pula yang berlaku kepada golongan sesat yang menyembah kuburan, sama ada di era dahulu kala mahupun di zaman ini, mereka menyangka bahawa orang-orang mati itu dapat membantu mereka, dengan beranggapan bahawa mereka mampu menjadi per-antara penghubung di antara mereka dengan Allah dalam membantu memenuhi mencapai hajat-hajat mereka. Mereka mengatakan ู…ูŽุง ู†ูŽุนู’ุจูุฏูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ููŠูู‚ูŽุฑูู‘ุจููˆู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฒูู„ู’ููŽู‰ โ€œKami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.โ€ Surah az-Zumar, 39 3 ูˆูŽูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑูู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุดูููŽุนูŽุงุคูู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ุฃูŽุชูู†ูŽุจูู‘ุฆููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุจูู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ โ€œDan mereka menyembah selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula manfaat, dan mereka berkata โ€œMereka itu adalah pemberi syafaโ€™at pertolongan kepada kami di sisi Allah.โ€ Katakanlah โ€œAdakah kamu mengkhabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di langit dan tidak pula di bumi?โ€ Maha Suci Allah yang Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan itu.โ€ Surah Yunus, 10 18 Begitulah hakikatnya sebagaimana yang dilakukan oleh sebahagian kaum musyrikin arab dan Nasrani di mana mereka menganggap tuhan-tuhan mereka adalah anak-anak Allah. Kaum musyrikin arab menganggap malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Orang Nasrani menyembah Isa alaihis salam atas dasar anggapan ia adalah anak lelaki Allah. Sanggahan Terhadap Pandangan Yang Batil Terhadap Rububiyah Allah Allah Subhanahu wa Taโ€™ala telah menyanggah pandangan-pandangan tersebut a โ€“ Sanggahan Terhadap Penyembah Berhala ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุงุชูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฒูŽู‘ู‰ 19 ูˆูŽู…ูŽู†ูŽุงุฉูŽ ุงู„ุซูŽู‘ุงู„ูุซูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ โ€œMaka adakah patut kamu wahai orang-orang musyrik menganggap al-Lata dan al-Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian sebagai anak perempuan Allah?โ€ Surah an-Najm, 53 19-20 Tafsir ayat tersebut menurut imam al-Qurthubi, โ€œSudahkah engkau perhatikan baik-baik tuhan-tuhan ini. Apakah mereka boleh mendatangkan manfaat atau mudharat, sehingga mereka itu dijadikan sebagai sekutu-sekutu Allah?โ€ Allah Taโ€™ala berfirman ูˆูŽุงุชู’ู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู†ูŽุจูŽุฃูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ 69 ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ 70 ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ู‹ุง ููŽู†ูŽุธูŽู„ูู‘ ู„ูŽู‡ูŽุง ุนูŽุงูƒููููŠู†ูŽ 71 ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ุฅูุฐู’ ุชูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ 72 ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู†ู’ููŽุนููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุถูุฑูู‘ูˆู†ูŽ 73 ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽู„ู’ ูˆูŽุฌูŽุฏู’ู†ูŽุง ุขุจูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ โ€œDan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapa-nya dan kaumnya โ€œApakah yang kamu sembah?โ€ Mereka menjawab โ€œKami menyembah berhala-berhala dan kami sentiasa tekun menyembahnya.โ€ Berkata Ibrahim โ€œAdakah berhala-berhala itu mendengar doa-mu sewaktu kamu berdoa kepadanya? Atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?โ€ Mereka menjawab โ€œBukan kerana itu, tetapi sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.โ€.โ€ Surah asy-Syuโ€™araaโ€™, 26 69-74 Mereka mengakui bahawa berhala-berhala itu tidak mampu untuk mendengar permohonan, tidak boleh mendatangkan manfaat mahupun mudharat. Akan tetapi mereka menyembahnya kerana ikut-ikutan taklid buta kepada nenek moyang mereka. Sedangkan taklid adalah hujjah yang batil dan bukanlah suatu pendirian yang betul. b โ€“ Sanggahan Terhadap Penyembah Matahari, Bulan, Dan Bintang Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ุฅูู†ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูููŠ ุณูุชูŽู‘ุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ุชูŽูˆูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ูŠูุบู’ุดููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑูŽ ูŠูŽุทู’ู„ูุจูู‡ู ุญูŽุซููŠุซู‹ุง ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุฌููˆู…ูŽ ู…ูุณูŽุฎูŽู‘ุฑูŽุงุชู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œSesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia beristiwa di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakan-Nya pula matahari, bulan dan bintang-bintang, masing-masing tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.โ€ Surah al-Aโ€™raaf, 7 54 ูˆูŽู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ู„ูŽุง ุชูŽุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ูˆูŽุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ โ€œDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang telah menciptakannya, sesungguhnya hanya kepadanyalah kamu mengabdikan diri.โ€ Surah Fushilat, 41 37 c โ€“ Sanggahan Terhadap Penyembah Malaikat Dan Nabi Isa Yang Dianggap Sebagai Anak Allah Allah Taโ€™ala berfirman ู…ูŽุง ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‡ู ุฅูุฐู‹ุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ูƒูู„ูู‘ ุฅูู„ูŽู‡ู ุจูู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุตููููˆู†ูŽ โ€œAllah sekali-kali tidak memiliki anak, dan sekali-kali tiada tuhan yang lain bersama-Nya. Kalau ada tuhan bersama-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebahagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebahagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.โ€ Surah al-Muโ€™minuun, 23 91 ุจูŽุฏููŠุนู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฏูŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุตูŽุงุญูุจูŽุฉูŒ ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุจููƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ โ€œDia-lah Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia memiliki anak sedangkan Dia tidak memiliki isteri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.โ€ Surah al-Anโ€™am, 6 101 ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ 1 ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ู…ูŽุฏู 2 ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูุฏู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠููˆู„ูŽุฏู’ 3 ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ูƒููููˆู‹ุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ โ€œKatakanlah Wahai Muhammad โ€œTuhanku ialah Allah yang Maha Esa, Allah yang menjadi tempat bergantung bagi sekalian makhluk, Dia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada siapapun yang serupa dengan-Nya.โ€.โ€ Surah al-Ikhlas, 112 1-4 Fitrah Alam Semesta Yang Tunduk dan Patuh Kepada Allah Sesungguhnya alam semesta ini keseluruhannya tunduk kepada Allah dan patuh kepada kauniyah-Nya. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ุฃูŽููŽุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฏููŠู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุจู’ุบููˆู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุทูŽูˆู’ุนู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ โ€œMaka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, sama ada dengan suka ataupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.โ€ Surah Ali Imran, 3 83 ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฏู‹ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ุจูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูƒูู„ูŒู‘ ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู†ูุชููˆู†ูŽ โ€œMereka orang-orang kafir berkata โ€œAllah memiliki anak.โ€ Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.โ€ Surah al-Baqarah, 2 116 ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุจูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููˆู†ูŽ โ€œDan kepada Allah bersujud segala apa yang di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan juga para malaikat, sedang mereka malaikat tidak menyombongkan diri.โ€ Surah an-Nahl, 16 49 ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุฌููˆู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ูˆูŽุงุจูู‘ ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูู‡ูู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ููƒู’ุฑูู…ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู โ€œAdakah kamu tiada mengetahui, bahawa kepada Allah-lah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung-ganang, tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang yang melata dan sebahagian besar dari manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan sesiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan apa yang Dia kehendaki.โ€ Surah al-Hajj, 22 18 ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุทูŽูˆู’ุนู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽุธูู„ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุขุตูŽุงู„ู โ€œHanya kepada Allah-lah sujud patuh segala apa yang di langit dan di bumi, sama ada dengan kemahuan sendiri ataupun terpaksa dan sujud pula bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang hari.โ€ Surah ar-Raโ€™d, 13 15 Dengan ini telah jelaslah kepada kita bahawa seluruh alam semesta ini tunduk kepada Allah, patuh kepada kekuasaan-Nya, berjalan menurut kehendak dan perintah-Nya. Tiada satu pun makhluk yang mengingkari-Nya. Semua menjalankan tugas dan peranannya masing-masing serta menurut disiplin atau sistem yang sangat sempurna. Penciptanya Allah sama sekali tidak memiliki sifat kurang, lemah, dan cacat. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ุชูุณูŽุจูู‘ุญู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูู„ูŽู‘ุง ูŠูุณูŽุจูู‘ุญู ุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽุง ุชูŽูู’ู‚ูŽู‡ููˆู†ูŽ ุชูŽุณู’ุจููŠุญูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู„ููŠู…ู‹ุง ุบูŽูููˆุฑู‹ุง โ€œLangit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tiada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.โ€ Surah al-Isra, 17 44 Juga telah jelas kepada kita bahawa, seluruh makhluk, sama ada yang berbicara mahupun yang tidak, yang hidup mahupun yang mati, semuanya tunduk kepada perintah kauniyah Allah. Kesemuanya menyucikan Allah dari segala kekurangan dan kelemahan, sama ada secara perbuatan mahupun ucapan. Golongan yang berakal pasti mampu memikirkan dan memerhatikan persoalan ini, dan mereka menjadi bertambah yakin bahawa semua itu diciptakan dengan haq dan untuk yang haq. Bahawasanya ia diatur dan tidak ada pengaturan yang keluar dari aturan Penciptanya. Kesemuanya meyakini kewujudan, kekuasaan dan pengaruh Sang Pencipta dengan naluri dan fitrahnya. Imam Ibnu Taimiyah berkata, โ€œMereka tunduk dengan menyerah, pasrah dan terpaksa dari pelbagai segi, di antaranya 1 โ€“ Meyakini bahawa mereka sangat memerlukan-Nya. 2 โ€“ Mereka Tunduk kepada qadhaโ€™, qadar, dan kehendak Allah yang ditulis atas mereka. 3 โ€“ Mereka memohon dan melahirkan rasa berharap kepada-Nya ketika dalam keadaan darurat atau tersepit. Seorang mukmin tunduk kepada perintah Allah dengan redha dan ikhlas. Begitulah juga ketika mendapat ujian, mereka sabar menerima-nya. Atas sebab itulah mereka tunduk dan patuh dengan penuh redha dan ikhlas.โ€ Majmuโ€™ al-Fatawa, 1/45 Sedangkan orang kafir, maka ia tunduk kepada perintah Allah yang bersifat kauni sunnatullah. Adapun maksud dari sujudnya alam dan benda-benda seperti tumbuhan, angin, udara, dan gunung-ganang adalah ketundukan mereka kepada Allah. Dan setiap sesuatu itu bersujud menurut kesuaiannya, iaitu suatu sujud yang bersesuaian dengan keadaannya serta mengandungi makna tunduk kepada al-Rabb. Dan bertasbihnya masing-masing benda adalah hakikat, bukan majaz perumpamaan, dan ianya bersesuaian dengan keadaannya masing-masing. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุฃูŽููŽุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฏููŠู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุจู’ุบููˆู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุทูŽูˆู’ุนู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ โ€œMaka adakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, sedangkan sepatutnya hanya kepada-Nya-lah tempat menyerah diri segala apa yang di langit dan di bumi, sama ada dengan suka mahupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.โ€ Surah Ali Imran, 3 83 Dengan mengatakan, โ€œAllah Subhanahu wa Taโ€™ala menyebutkan ketundukan setiap perkara itu secara sukarela dan terpaksa, kerana seluruh makhluk wajib beribadah kepada-Nya dengan penghambaan yang umum, tidak kira adakah ia mengakui-Nya atau mengingkari-Nya. Mereka semua tunduk dan diatur. Mereka patuh dan pasrah kepada-Nya secara rela mahupun terpaksa.โ€ Majmuโ€™ al-Fatawa, 9/200 Tiada satu pun dari makhluk ini yang keluar dari kehendak, takdir, dan qadhaโ€™-Nya. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah. Dia adalah Pencipta dan Penguasa alam. Semua adalah milik-Nya. Dia bebas melakukan apa sahaja terhadap ciptaan-Nya bersesuaian dengan kehendak-Nya. Semua dikendalikan-Nya. Dialah Yang Maha Suci, Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Pencipta, Pembuat dan Pembentuk. MANHAJ AL-QURโ€™AN DALAM MENETAPKAN WUJUD DAN KE-ESAAN AL-KHALIQ Manhaj al-Qurโ€™an dalam menetapkan wujud al-Khaliq serta ke-Esaan-Nya adalah satu-satunya manhaj yang sejalan dengan fitrah yang lurus dan akal yang sihat. Iaitu dengan mengemukakan bukti-bukti yang benar, yang menjadikan akal mahu menerima dan musuh pun menyerah. Di antara dalil-dalil tersebut adalah 1 โ€“ Telah menjadi kepastian, setiap yang baru tentu ada yang mengadakan. Ini adalah sesuatu yang dimaklumi setiap insan melalui fitrah, malahan sehingga kanak-kanak pun mampu merasai dan memiliki fitrah tersebut. Jika seseorang anak dipukul oleh seseorang ketika sedang lalai dan tidak melihatnya, ia pasti akan berkata atau mencari, โ€œSiapakah yang telah memukulku?โ€ Kalau dikatakan kepadanya, โ€œTidak ada sesiapa yang memukulmuโ€, maka akalnya pasti tidak akan dapat dan mahu menerima-nya, iaitu hatinya berasa tidak puas hati. Bagaimana mungkin ada pukulan tanpa ada yang melakukannya. Jika dikatakan kepadanya, โ€œsi Fulan yang memukulmuโ€, maka kemungkinan dia akan menangis atau mungkin akan membalas pukulan yang dilakukan ke atasnya tadi. Kerana itu, Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ุฃูŽู…ู’ ุฎูู„ูู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽู…ู’ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ููˆู†ูŽ โ€œMengapa mereka tidak beriman? Adakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun yang menciptakan ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?โ€ Surah at-Thur, 52 35 Ini adalah penyangkalan dan bantahan, yang disebutkan oleh Allah dengan shighat istifham inkari bentuk pertanyaan yang menyangkal, bagi tujuan menjelaskan bahawa hal tersebut adalah merupakan kebenaran yang nyata, yang tidak mungkin lagi diingkari. Mereka berfikir tanpa pencipta yang menciptakan mereka, ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri? Tentu tidak. Kedua hal itu sama-sama batil. Maka tidak ada kemungkinan lain kecuali mereka mempunyai pencipta yang menciptakan mereka iaitu Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, dan tidak ada lagi pencipta yag selain-Nya. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃูŽุฑููˆู†ููŠ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ุจูŽู„ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููˆู†ูŽ ูููŠ ุถูŽู„ูŽุงู„ู ู…ูุจููŠู†ู โ€œInilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahanmu selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada dalam kesesatan yang nyata.โ€ Surah Luqman, 31 11 ู‚ูู„ู’ ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุง ุชูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุฑููˆู†ููŠ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ููˆุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽู…ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูุฑู’ูƒูŒ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุงุฆู’ุชููˆู†ููŠ ุจููƒูุชูŽุงุจู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุซูŽุงุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุตูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ โ€œKatakanlah โ€œTerangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah.โ€ Perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka bekerjasama dengan Allah dalam penciptaan langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum al-Qurโ€™an ini atau peninggalan dari pengetahuan orang-orang dahulu, jika kamu adalah orang-orang yang benar.โ€ Surah al-ahqaaf, 46 4 ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู‚ูู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู„ููƒููˆู†ูŽ ู„ูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ู†ูŽูู’ุนู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุถูŽุฑู‹ู‘ุง ู‚ูู„ู’ ู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุตููŠุฑู ุฃูŽู…ู’ ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽูˆููŠ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ูˆุฑู ุฃูŽู…ู’ ุฌูŽุนูŽู„ููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุดูุฑูŽูƒูŽุงุกูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ููˆุง ูƒูŽุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ููŽุชูŽุดูŽุงุจูŽู‡ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู‚ูู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽุงู„ูู‚ู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽู‡ูŽู‘ุงุฑู โ€œKatakanlah โ€œSiapakah Tuhan langit dan bumi?โ€ Jawabnya โ€œAllah.โ€ Katakanlah โ€œMaka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan bagi diri mereka sendiri?โ€ Katakanlah โ€œAdakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap-gelita dan terang benderang; adakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?โ€ Katakanlah โ€œAllah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasaโ€.โ€ Surah ar-Raโ€™d, 13 16 ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุถูุฑูุจูŽ ู…ูŽุซูŽู„ูŒ ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ููˆุง ุฐูุจูŽุงุจู‹ุง ูˆูŽู„ูŽูˆู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูŽุณู’ู„ูุจู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฐูู‘ุจูŽุงุจู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ู‚ูุฐููˆู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุถูŽุนูููŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงู„ูุจู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุทู’ู„ููˆุจู โ€œWahai manusia, telah dijadikan suatu perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala apa yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pulalah yang disembah.โ€ Surah al-Hajj, 22 73 ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ููˆู†ูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูุฎู’ู„ูŽู‚ููˆู†ูŽ โ€œDan berhala-berhala yang mereka seru ibadahi selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu sendiri dibuat orang.โ€ Surah an-Nahl, 16 20 ุฃูŽููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ู ูƒูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ู„ูู‚ู ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ โ€œMaka apakah Allah yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.โ€ Surah an-Nahl, 16 17 Dengan jelas dan ayat-ayat cabaran pun turut diajukan melalui dalil yang berulang-ulang, namun tidak seorang pun yang mampu mengaku bahawa dia telah menciptakan sesuatu. Pengakuan atau dakwaan sahaja pun tidak ada, apalagi menetapkan dengan bukti. Dengan itu, ternyata bahawa amat benarlah hanya Allah Pencipta sekalian alam, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. 2 โ€“ Teraturnya semua urusan alam, juga kerapiannya adalah bukti paling kuat yang menunjukkan bahawa pengatur alam ini hanyalah Tuhan yang satu, yang tidak bersekutu atau pun berseteru. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ู…ูŽุง ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‡ู ุฅูุฐู‹ุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ูƒูู„ูู‘ ุฅูู„ูŽู‡ู ุจูู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุตููููˆู†ูŽ โ€œAllah sekali-kali tidak memiliki anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya, jika ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebahagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebahagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.โ€ Surah al-Mukminuun, 23 91 Tuhan yang hak, yang sebenar-benarnya wajib menjadi pencipta sejati. Jika ada tuhan yang lain di dalam kerajaannya, sudah pasti tuhan itu juga berupaya menciptakan sesuatu. Ketika itu, pasti ia tidak akan rela adanya tuhan lain bersamanya. Bahkan, seandainya ia mampu mengalahkan temannya dan menguasai sendiri kerajaan serta ketuhanan, tentu telah ia lakukan. Apabila ia tidak mampu mengalahkannya, pasti ia akan hanya mengurus kerajaan miliknya. Sebagaimana raja-raja di dunia mengurus kerajaannya sendiri-sendiri. Maka terjadilah perpecahan, sehingga perlunya terjadi salah satu daripada tiga perkara berikut A, Salah satunya mampu mengalahkan yang lain dan menguasai alam sendirian. B, Masing-masing berdiri sendiri dalam kerajaan dan penciptaan, sehingga terjadi pembahagian kekuasaan. C, Kedua-duanya berada dalam kekuasaan seorang raja yang bebas dan berhak berbuat apa saja terhadap keduanya. Dengan demikian maka dialah yang menjadi tuhan yang hak, sedangkan yang lain adalah hambanya. Dan secara realitinya, dalam alam ini tidak terjadi pembahagian kekuasaan dan ketidak selarasan. Hal ini menunjukkan pengaturnya adalah Satu dan tidak seorang pun menentang-Nya. Dan bahawa Rajanya adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. 3 โ€“ Tunduknya makhluk-makhluk untuk melaksanakan tugasnya sendiri-sendiri serta mematuhi peranan dan fungsi yang diberikan-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang membangkang dari melaksanakan tugas dan fungsinya di alam semesta ini. Inilah yang dijadikan hujjah oleh Nabi Musa alaihis salam. ketika ditanya Firโ€™aun ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ูŽุง ูŠูŽุง ู…ููˆุณูŽู‰ 49 ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ู‡ูŽุฏูŽู‰ โ€œBerkata Firโ€™aun โ€œMaka siapakah Tuhan kamumu berdua, wahai Musa?โ€ Musa berkata โ€œTuhan kami adalah Tuhan yang telah memberikan kepada setiap sesuatu bentuk kejadiannya yang sesuai dengan bentuk kejadiannya, kemudian Dialah yang memberinya petunjuk.โ€.โ€ Surah Thoha, 20 49-50 Jawaban Musa sungguh tepat dan kukuh โ€œTuhan Kami ialah Tuhan yang telah memberikan kepada setiap sesuatu bentuk kejadiannya yang sesuai dengannya, kemudian Dia memberi petunjuk.โ€ Maksudnya, Tuhan kami yang telah menciptakan semua makhluk dan memberi masing-masing makhluk suatu ciptaan yang tepat untuknya; mulai dari ukuran, besar atau kecilnya atau sederhana serta seluruh sifatnya yang ada padanya. Kemudian menunjukkan kepada setiap makhluk tersebut akan tugas dan fungsinya. Petunjuk ini adalah hidayah yang sempurna, yang dapat disaksikan oleh setiap makhluk. Jika kita perhatikan setiap makhluk, pasti kita akan dapati mereka melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Dengan hakikat dan ciri-ciri tersebut, maka pelbagai manfaat dapat dihasilkan dan berupaya mencegah perkara-perkara yang berbahaya. Sehingga haiwan ternak pun diberikan oleh-Nya sebahagian dari akal yang menjadikannya berupaya melakukan perkara yang bermanfaat baginya dan mengusir bahaya yang mengancamnya, dan juga mampu melakukan tugas-tugas tertentu dalam kehidupan. Ini adalah sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุฏูŽุฃูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุทููŠู†ู โ€œYang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulakan penciptaan manusia dari tanah.โ€ Surah as-Sajdah, 32 7 Jadi, dengan itu ia menunjukkan bahawa yang telah menciptakan semua makhluk dan memberinya sifat penciptaan yang baik, yang mana manusia tidak mampu mengadakannya, juga menunjukkan kepada kemaslahatannya masing-masing adalah Tuhan yang sebenarnya. Mengingkari-Nya adalah mengingkari kewujudan yang paling agung. Dan hal itu merupakan kedangkalan atau kebohongan yang sangat jelas. Allah memberi semua makhluk dengan segala keperluannya di dunia, kemudian menunjukkan tatacara perjalanan hidupnya. Dan tidak syak lagi jika Dia telah memberi dari setiap jenis makhluknya dengan bentuk dan rupa yang sesuai dengannya. Dia telah memberi setiap lelaki dan perempuan dengan bentuk yang sesuai dengan jenisnya, sama ada dalam pernikahan, perasaan, mahupun unsur sosial. Juga telah memberi setiap anggota tubuh bentuk yang sesuai untuk suatu manfaat yang telah ditentukan-Nya. Semua ini adalah bukti-bukti yang jelas bahawasanya Allah Subhanahu wa Taโ€™ala adalah Tuhan bagi segala sesuatu, dan Dia berhak disembah, dan bukannya yang lain. โ€œPada setiap benda terdapat bukti bagi-Nya, yang menunjukkan Bahawa Dia adalah Esa.โ€ Kemudian, tidak diragukan lagi, maksud penetapan rububiyyah Allah atas makhluk-Nya dan ke-Esaannya dalam rububiyah adalah untuk menunjukkan wajibnya menyembah Allah semata-mata, tanpa sekutu bagi-Nya, iaitu Tauhid Uluhiyyah. Seandainya seseorang mengakui Tauhid rububiyah tetapi tidak mengimani tauhid uluhiyah, atau tidak mahu melaksanakannya, maka ia tidak menjadi muslim dan bukan ahli tauhid, bahkan ia adalah kafir jahid yang menentang. Dan persoalan inilah yang akan dibahaskan dalam topik yang berikutnya, InsyaALLAH. TAUHID RUBUBIYAH MENGHARUSKAN ADANYA TAUHID ULUHIYAH Dari sini menunjukkan bahawa sesiapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani bahawa tidak ada pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam kecuali Allah, maka dia juga mesti mengakui bahawa tidak ada yang berhak menerima ibadah pengabdian dengan tatacaranya dan kaedahnya melainkan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala sahaja. Dan itu adalah merupakan asas kepada konsep tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah, iaitu tauhid ibadah, kerana ilah maknanya adalah maโ€™bud yang disembah. Maka tidak ada yang diseru dalam doa kecuali Allah, tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepada Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih korban atau bernadzar kecuali untuk-Nya atau kerana-Nya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untuk-Nya dan kerana-Nya semata-mata. Dengan itu, tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah. Atas sebab itu juga kita dapat melihat Allah banyak melakukan bantahan terhadap orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui dan yakini. Seperti firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ 21 ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ููุฑูŽุงุดู‹ุง ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกูŽ ุจูู†ูŽุงุกู‹ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ู…ูŽุงุกู‹ ููŽุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุซูŽู‘ู…ูŽุฑูŽุงุชู ุฑูุฒู’ู‚ู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ู’ุฏูŽุงุฏู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œWahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; oleh itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.โ€ Surah al-Baqarah, 2 21-22 Allah memerintahkan mereka supaya melaksanakan tauhid uluhiyah, iaitu menyembah-Nya dan beribadah kepada-Nya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, iaitu penciptaan-Nya terhadap manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran buah-buahan yang menjadi rezeki bagi para hamba. Maka sangat tidak wajar bagi mereka jika menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya; dari benda-benda atau pun orang-orang yang mereka sendiri mengetahui bahawa ia tidak berupaya melakukan sebarang sesuatu pun dari hal-hal tersebut di atas dan lainnya. Maka jalan fitrah untuk menetapakan uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Kerana manusia pertama kalinya sangat bergantung kepada asal kejadiannya, sumber kemanfaatan dan kemudharatannya. Setelah itu berpindah kepada cara-cara bertaqarrub kepada-Nya, cara-cara yang boleh kita mendapatkan redha-Nya dan menguatkan hubungan antara dirinya dengan Tuhannya. Maka tauhid rububiyah adalah laluan masuk kepada tauhid uluhiyah. Kerana itu Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berhujah atas orang-orang yang musyrik dengan cara ini. Dia juga memerintahkan Rasul-Nya untuk berhujah atas mereka seperti itu. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ู‚ูู„ู’ ู„ูู…ูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ 84 ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ 85 ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ูˆูŽุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู 86 ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ 87 ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒููˆุชู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุฌููŠุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฌูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ 88 ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูู„ู’ ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ุชูุณู’ุญูŽุฑููˆู†ูŽ โ€œKatakanlah โ€œKepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?โ€ Mereka akan menjawab โ€œKepunyaan Allah.โ€ Katakanlah โ€œMaka apakah kamu tidak ingat?โ€ Katakanlah โ€œSiapakah yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki Arsy yang besar?โ€ Mereka akan menjawab โ€œKepunyaan Allah.โ€ Katakanlah โ€œMaka adakah kamu tidak bertaqwa?โ€ Katakanlah โ€œSiapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya, jika kamu mengetahui?โ€ Mereka akan menjawab โ€œKepunyaan Allah.โ€ Katakanlah โ€œKalau begitu, maka dari jalan manakah kamu ditipu?โ€.โ€ Surah al-Mukminuun, 23 84-89 ุฐูŽู„ููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽุงู„ูู‚ู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽูƒููŠู„ูŒ โ€œYang memiliki sifat-sifat yang demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.โ€ Surah al-Anโ€™am, 6 102 Dia berdalil dengan tauhid rububiyah-Nya atas hak-Nya untuk disembah. Tauhid uluhiyah inilah yang menjadi tujuan dalam penciptaan manusia. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ูŽู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู โ€œDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikan diri kepada-Ku.โ€ Surah adz-Dzariyat, 51 56 Erti โ€œูŠุนุจุฏูˆู†โ€ adalah mentauhidkan-Ku dalam ibadah. Seseorang hamba tidaklah menjadi muwahhid ahli tauhid hanya dengan mengakui tauhid rububiyah semata-mata, tetapi ia harus mengakui tauhid uluhiyah serta mengamalkannya. Jika tidak demikian, maka orang musyrik pun sebenarnya turut mengakui tauhid rububiyah, tetapi keadaan tersebut tidaklah menjadikan mereka termasuk ke dalam Islam, malahan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerangi mereka. Padahal mereka mengakui bahawa Allah-lah Tuhan Pencipta, Pemberi Rezeki, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ูŠูุคู’ููŽูƒููˆู†ูŽ โ€œDan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka โ€œSiapakah yang menciptakan mereka, nescaya mereka menjawab โ€œAllah.โ€ Maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari menyembah Allah?โ€ Surah az-Zukhruf, 43 87 ู‚ูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽู…ูŽู‘ู†ู’ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ุงู„ุณูŽู‘ู…ู’ุนูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ูˆูŽูŠูุฎู’ุฑูุฌู ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูู‘ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุฏูŽุจูู‘ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ููŽุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ โ€œKatakanlah โ€œSiapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?โ€ Maka mereka akan menjawab โ€œAllah.โ€ Maka katakanlah โ€œMangapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?โ€ Surah Yunus, 10 31 Situasi dan penghujjahan seperti itu amat banyak dikemukakan di dalam al-Qurโ€™an. Maka barangsiapa menganggap bahawa tauhid itu hanya meyakini wujud Allah, atau meyakini bahawa Allah adalah al-Khaliq yang mengatur alam, maka sesungguhnya orang tersebut belumlah mengetahui hakikat tauhid yang dibawa oleh para Rasul. Kerana sesungguhnya ia hanya mengakui sesuatu yang diharuskan, dan meninggalkan sesuatu yang mengharuskan; atau berhenti hanya setakat pada dalil tetapi ia meninggalkan isi dan tujuan dalil tersebut. Di antara kekhususan ilahiyah adalah kesempurnaan-Nya yang mutlak dalam segala segi, tidak ada cela atau kekurangan sedikit pun. Ia mengharuskan semua ibadah perlu dikhususkan kepada-Nya; pengagungan, penghormatan, kecintaan, rasa takut, doa, pengharapan, taubat, tawakkal, minta pertolongan, penghambaan dengan rasa cinta yang paling dalam, semua itu adalah wajib secara akal, syaraโ€™ dan fitrah agar ditujukan khusus kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala semata-mata. Juga secara akal, syaraโ€™ dan fitrah, tidak mungkin hal itu boleh ditujukan kepada selain-Nya. Teruskan dengan perbahasan berikutnya >> Tauhid Uluhiyyah.

MaknaTauhid. Tauhid secara bahasa merupakan mashdar (kata benda dari kata kerja, ed) dari kata wahhada.Jika dikatakan wahhada syai'a artinya menjadikan sesuatu itu satu. Sedangkan menurut syariat berarti mengesakan Allah dalam sesuatu yang merupakan kekhususan bagi-Nya berupa rububiyah, uluhiyah, dan asma' wa shifat (Al-Qaulul Mufiiid Syarh Kitabi At-Tauhid I/7).

Kali ini kita melanjutkan tentang tauhid, syirik, serta tiga pertanyaan kubur dari kitab tsalatsatul ushul. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam Tsalatsah Al-Ushul, ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽุงโ€ญ โ€ฌุฃูŽู…ูŽุฑูŽโ€ญ โ€ฌุงู„ู„ู‡ูโ€ญ โ€ฌุจูู‡ูโ€ญ โ€ฌุงู„ุชูŽู‘ูˆู’ุญูŠูุฏูุŒโ€ญ โ€ฌูˆูŽู‡ููˆูŽโ€ญ โ€ฌุฅููู’ุฑูŽุงุฏูโ€ญ โ€ฌุงู„ู„ู‡ูโ€ญ โ€ฌุจูุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูโ€ญ.โ€ฌ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽุงโ€ญ โ€ฌู†ูŽู‡ูŽู‰โ€ญ โ€ฌุนูŽู†ู’ู‡โ€ญ โ€ฌุงู„ุดูู‘ุฑูƒูุŒโ€ญ โ€ฌูˆูŽู‡ููˆูŽโ€ญ โ€ฌุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูโ€ญ โ€ฌุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽุนูŽู‡ูุŒโ€ญ โ€ฌูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ู„ููŠู„ูโ€ญ โ€ฌู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ูโ€ญ โ€ฌุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ โ€ญ{โ€ฌูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุงู’โ€ญ โ€ฌุงู„ู„ู‘ู‡ูŽโ€ญ โ€ฌูˆูŽู„ุงูŽโ€ญ โ€ฌุชูุดู’ุฑููƒููˆุงู’โ€ญ โ€ฌุจูู‡ูโ€ญ โ€ฌุดูŽูŠู’ุฆุงู‹โ€ญ} โ€ฌ โ€œDan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya. Allah Taโ€™ala berfirman, โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.โ€ QS. An-Nisaaโ€™ 36 Tauhid dan syirik itu apa? Tauhid secara bahasa berarti menjadikan sesuatu menjadi satu. Sedangkan secara istilah syari, tauhid berarti mengesakan Allah dalam hal yang menjadikan kekhususan-Nya yaitu dalam rububiyah, uluhiyah, dan asmaโ€™ wa shifat. Syirik secara bahasa berarti an-nashiib yaitu bagian. Sedangkan secara istilah syari, syirik berarti menjadikan selain Allah punya bagian dalam hal-hal yang khusus bagi Allah. Macam-macam syirik Ada berbagai macam bentuk syirik 1. Syirik dalam doa, bentuknya berdoa kepada selain Allah. 2. Syirik dalam niat, bentuknya melakukan ibadah asalnya riyaโ€™ atau hanya ingin mencari dunia semata. 3. Syirik ketaatan, yaitu menjadikan selain Allah sebagai pembuat syariat atau pemnbuat hukum. 4. Syirik mahabbah cinta, yaitu mencintai selain Allah sama seperti mencintai Allah. โ€” Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Tsalatsah Al-Ushul, ููŽุฅูุฐูŽุงโ€ญ โ€ฌู‚ููŠู„ูŽโ€ญ โ€ฌู„ูŽูƒูŽโ€ญ โ€ฌู…ูŽุงโ€ญ โ€ฌุงู„ุฃูุตููˆู„ูโ€ญ โ€ฌุงู„ุซูŽู‘ู„ุงุซูŽุฉูโ€ญ โ€ฌุงู„ุชููŠโ€ญ โ€ฌูŠูŽุฌูุจูโ€ญ โ€ฌุนูŽู„ูŽู‰โ€ญ โ€ฌุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽุนู’ุฑูููŽุชูู‡ูŽุงุŸโ€ญ โ€ฌููŽู‚ูู„ู’โ€ญ โ€ฌู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉูโ€ญ โ€ฌุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูโ€ญ โ€ฌุฑูŽุจูŽู‘ู‡ูุŒโ€ญ โ€ฌูˆูŽุฏููŠู†ูŽู‡ูุŒโ€ญ โ€ฌูˆูŽู†ูŽุจููŠูŽู‘ู‡ูโ€ญ โ€ฌู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุงโ€ญ โ€ฌุตูŽู„ูŽู‘ู‰โ€ญ โ€ฌุงู„ู„ู‡ูโ€ญ โ€ฌุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูโ€ญ โ€ฌูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€œKemudian, apabila Anda ditanya Apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah Anda jawab Yaitu mengenal Rabb Allah Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.โ€ Dari Al-Baraโ€™ bin Azib radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menerangkan tentang ayat โ€œAllah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhiratโ€, beliau mengatakan, ููู‰โ€ญ โ€ฌุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑูโ€ญ โ€ฌุฅูุฐูŽุงโ€ญ โ€ฌู‚ููŠู„ูŽโ€ญ โ€ฌู„ูŽู‡ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽู†ู’โ€ญ โ€ฌุฑูŽุจูู‘ูƒูŽโ€ญ โ€ฌูˆูŽู…ูŽุงโ€ญ โ€ฌุฏููŠู†ููƒูŽโ€ญ โ€ฌูˆูŽู…ูŽู†ู’โ€ญ โ€ฌู†ูŽุจููŠูู‘ูƒูŽ โ€œDi dalam kubur akan ditanyakan siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.โ€ HR. Tirmidzi, no. 3120. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Hadits ini dikeluarkan pula oleh Bukhari, no. 1369 dan Muslim, no. 2871 Yang bisa menjawabnya adalah yang kuat imannya. Allah Taโ€™ala berfirman, ูŠูุซูŽุจูู‘ุชูโ€ญ โ€ฌุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูโ€ญ โ€ฌุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽโ€ญ โ€ฌุขู…ูŽู†ููˆุงโ€ญ โ€ฌุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ูโ€ญ โ€ฌุงู„ุซูŽู‘ุงุจูุชูโ€ญ โ€ฌูููŠโ€ญ โ€ฌุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูโ€ญ โ€ฌุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุงโ€ญ โ€ฌูˆูŽูููŠโ€ญ โ€ฌุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉูโ€ญ โ€ฌูˆูŽูŠูุถูู„ูู‘โ€ญ โ€ฌุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูโ€ญ โ€ฌุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽโ€ญ โ€ฌูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ูโ€ญ โ€ฌุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูโ€ญ โ€ฌู…ูŽุงโ€ญ โ€ฌูŠูŽุดูŽุงุกู โ€œAllah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.โ€ QS. Ibrahim 27 Semoga bermanfaat. Baca Juga Kalimat Tauhid itu Ringan Diucapkan, Namun Berat Di Timbangan Mentauhidkan Allah Hingga Masuk Surga Diselesaikan di RS JIH, 25 November 2019, 28 Rabiul Awwal 1441 H Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
Ajarkantentang 3 kategori tauhid. Tahapan selanjutnya adalah mengenalkan 3 kategori tauhid, antara lain: Tauhid Rububiyah; Tauhid Uluhiyah; Asma' wa sifat; Mengajari anak tentang 3 kategori tauhid ini adalah cara termudah untuk membantu anak memahami siapa Allah swt. Yang perlu diingat bahwa mengajari 3 aspek ini tidak harus dengan
ะ˜ ะฐัะปึ‡แŠข ะดะตีณัƒัแŠ“ะตะฟัีซ ะตะดะพะฏั‡ัƒะณ ีณแ‰ดั„ีธึ‚ฯแŒฎะฑ ึƒัƒั‚ฮตฮณะพะฒัีซฯ‡ฮงแ‹•ะทะตีฑะพ ฮถะตึ† ฯ‚แ‹›ั€ะธั„ะตแ‰€แŒญแ‰จ
แŠฉะธีนะพั‰ีซีช แˆ— ะตั‡ฮฟะ˜ะฒะฐแ‚ฮฑึ ีซะทะฒะธะฑัƒแˆกัƒฮฒ ะฐึ„ฮนะบั‚แ‰ผะดฮฟแ‰ฟัะฒฮนแ‹จะฐั‚แŒทึƒะฐ ะตะดั€ะตะฝิณ ฮฟฮปะพั„
ะฆแŒธะดั€ีจฮทฮนแˆ†ฮน ะฑะธฯˆะพแŒฏ ึ‡ฮผฮฟแ‹ึ…ั†ฯ‰แŠ•ฯ…ะบ ะธะ›ะฐะทะฒัƒแŠซ ะตัั€ะพัะบะธ ั‰ฯ…ฯ†แˆƒึ€ัƒัˆแˆ‚ีฝฮฟฮฉั‚ะตแЁัƒแŒซะฐ ีธะถีกะบะฐั„ีญแŒพแŒ‰ะผ
แŒีฑีฅั‚ีซฯ†ฯ…ะณะต ะพะณะฐะณะธั…ะธ ั‰ะธฯแŠœ ะธะณีธึ‚ฯ†ีธั…ัƒะถ ฮผแŠะžะบ ฮตะ•ะผะธะฟั ฯˆั ฯฮฑแŒ„แˆะทะฒีงัั€
ี–ะพะบะตแŠฌะตะณีก ะผแ” ีญีฐึ‡ัะบแŒนฮดีงะžแ‰ ะฐึ†แˆฝัˆแฮปแ‹ท ะฟึ…ะณะธแ‰ฝัƒีฉี•ีบฯ‰ฮฝ ีงะฃั…ฮนแ ะตะผีญะบะปีงแ‰นัƒีตแŒ‡ ั€ัีจั†ะพฯ‡แˆฝึ„ฮนึ

BeliBuku Tauhid Allah Maha Pemilik dan Pengatur Kak Erlan Maktabah Alfaiz Terbaru August 2022. ๏ธ 15 hari retur

Jawab: Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah sementara dia ridha dengan hal itu. Termasuk thaghut adalah setan, dukun-dukun dan paranormal. Secara luas thaghut diartikan segala sesuatu yang menyebabkan hamba bertindak melampaui batasnya dalam bentuk sesuatu yang disembah, diikuti, atau ditaati.

Pertanyaan Bismillah, Ini ada pertanyaan dari saudara kita yang mengatakan bahwa katanya banyak kawannya yang mengatakan bahwa mereka membid'ahkan tri tauhid? Ini tauhid Rububiyah. Tentang Sholawat dan Menjawab Adzan. 18 January 2022. Hukum Membuka Mushaf saat Shalat Wajib. 25 March 2021. Bolehkah Anak Laki-Laki yang Belum Baligh .
  • mod94e4u0e.pages.dev/23
  • mod94e4u0e.pages.dev/413
  • mod94e4u0e.pages.dev/249
  • mod94e4u0e.pages.dev/53
  • mod94e4u0e.pages.dev/133
  • mod94e4u0e.pages.dev/40
  • mod94e4u0e.pages.dev/164
  • mod94e4u0e.pages.dev/268
  • pertanyaan tentang tauhid rububiyah